Green Sands started a series of Creative Tips; a series of random tips pasted on toned down photographs. One image a day and will continue until God knows.
Sunday, April 15, 2012
Thursday, April 12, 2012
Green Sands Feature : Lala Bohang
Lala Bohang ( @lalabohang ) adalah lulusan jurusanArsitektur Universitas Parahyangan Bandung, walau pada awalnya pengen banget masuk seni rupa dan sempat menyesali masa 4 tahun mempelajari arsitektur. tapi pada akhirnya semakin ke sini, pola pikir konseptual dan kerapihan yang diajarkan dari bidang arsitektur ternyata sangat membantu profesi yang sedang di jalankan saat ini. Mari kita baca lebih lanjut mengenai dirinya dan karya-karyanya
Sehari-harinya mengerjakan apa La?
Sehari-hari 9-6 bekerja sebagai stylist di sebuah majalah interior, yang merupakan salah satu bidang yang saya sukai, dan tidak pernah bisa membayangkan harus menjalani rutinitas di bidang yang tidak saya suka. Sejak balita sudah hobi menggambar, tapi sempat terhenti saat SMA dan kuliah karena saat itu lagi giat-giatnya mencoba bidang-bidang lain termasuk menulis, bermain teater, and you name it. Lalu gambar pun menjadi fokus kembali di tahun 2008 hingga saat ini.
• Saat ini kamu sudah membuat banyak illustrasi untuk berbagai produk dari berbagai merk yang bereputasi bagus, bagaimana awalnya kamu memulainya?
"Domino Effect" adalah jawaban paling pas untuk pertanyaan ini. Awalnya saya menggambar murni untuk kepuasan pribadi semata, pekerjaan dan proyek yang hingga saat ini telah saya kerjakan benar-benar di luar perkiraan. 2008 seorang sahabat menyarankan saya yang waktu itu sedang bosan dengan dunia dan pekerjaan "arsitektur" saya untuk kembali ke "akar", mengerjakan hal yang paling disukai, saat itu saya memilih menggambar dan kemudian membuat blog untuk posting gambar apapun yang saya mau setiap hari. Saya melakukan hal ini tanpa ekspektasi atau cita-cita ini dan itu, di tahun 2009 mulai ada beberapa klien yang datang, yang tentu saja semuanya saya kerjakan sepenuh hati.
Sehari-harinya mengerjakan apa La?
Sehari-hari 9-6 bekerja sebagai stylist di sebuah majalah interior, yang merupakan salah satu bidang yang saya sukai, dan tidak pernah bisa membayangkan harus menjalani rutinitas di bidang yang tidak saya suka. Sejak balita sudah hobi menggambar, tapi sempat terhenti saat SMA dan kuliah karena saat itu lagi giat-giatnya mencoba bidang-bidang lain termasuk menulis, bermain teater, and you name it. Lalu gambar pun menjadi fokus kembali di tahun 2008 hingga saat ini.
• Saat ini kamu sudah membuat banyak illustrasi untuk berbagai produk dari berbagai merk yang bereputasi bagus, bagaimana awalnya kamu memulainya?
"Domino Effect" adalah jawaban paling pas untuk pertanyaan ini. Awalnya saya menggambar murni untuk kepuasan pribadi semata, pekerjaan dan proyek yang hingga saat ini telah saya kerjakan benar-benar di luar perkiraan. 2008 seorang sahabat menyarankan saya yang waktu itu sedang bosan dengan dunia dan pekerjaan "arsitektur" saya untuk kembali ke "akar", mengerjakan hal yang paling disukai, saat itu saya memilih menggambar dan kemudian membuat blog untuk posting gambar apapun yang saya mau setiap hari. Saya melakukan hal ini tanpa ekspektasi atau cita-cita ini dan itu, di tahun 2009 mulai ada beberapa klien yang datang, yang tentu saja semuanya saya kerjakan sepenuh hati.
Sunday, April 1, 2012
Green Sands Feature : Olivia Fu
Olive yang
lahir di Jakarta dan lulusan Universitas Pelita Harapan ini adalah
seorang desainer freelance yang menangani desain produk dan kemasan
beberapa produk dengan merk internasional. Ditengah kesibukannya
mengerjakan berbagai desain ia selalu menyempatkan diri menggambar,
pergi ke museum, menonton teater dan travelling.
• Banyak
orang tidak berani menjadi freelancer karena mereka bingung
mendapatkan klien, adakah tips yang bisa kamu bagi mengenai ini?
• Bagaimana
awalnya terpikir untuk memulai menjadi desainer freelance?
“Waste not
the talent in you”. Itu yang pertama dan selalu jadi motivasi gue,
dan dengan freelance, maka kesempatan untuk berkembang itu lebih
besar. Setiap dari kita, punya talenta masing-masing, dan kita harus
bertanggung jawab untuk memaksimalkannya :)
• Bagaimana
biasanya proses kreatif berlansung?
Haha…gak
selalu sama. Kadang ketika brief itu datang, langsung kepikir mau
dibuat seperti apa designnya. Kadang blank sama sekali. Jadinya kalau
sudah begitu, I have to force my self. Mungkin dengan mencari
reference sebanyak banyaknya. Karena, sebagai desainer, gue dituntut
untuk to be creative inside the box. Bagaimana bekerja dengan waktu,
fasilitas dan ruang yang terbatas.
• Banyak
orang tidak berani menjadi freelancer karena mereka bingung
mendapatkan klien, adakah tips yang bisa kamu bagi mengenai ini?
Hmm..yang
paling penting adalah menghargai setiap relasi yang kita punya.
Karena pada awalnya gue mulai (dan sampai sekarang) hamper semua
klien berasal dari relasi yang gue punya, atau dari informasi mulut
ke mulut. Dan ketika klien itu sudah didapat, kita perlu selalu
melakukan yang terbaik dan konsisten di setiap project yang kita
garap. Jangan mengkompromikan kualitas karya dengan budget yang ada.
{mai.pippo}
itu adalah karakter yang gue buat untuk online shop gue (yang sudah
lama diliburkan saking sibuknya..maaf yah..).
She is the
sweetest little girl. Dia periang dan ramah. Dia suka travelling,
tetapi dia ceroboh dan tidak pandai membaca direction. Sehingga dia
sering sekali nyasar, tapi pada saat-saat itulah dia menikmati
petualangan barunya…dan dia punya Pippa, anjing peliharaan miliknya
yang pemberani dan sombong.
• Apa
rencana berikutnya?
Belum ada
plan yang fixed untuk ke depan. I am not a planner. Jadi masih
mengerjakan apa yang ada sekarang.
Hmmm…sebagai
freelancer, selain kita menjadi si creative,
sekaligus
kita pun dituntut untuk belajar menjadi client service, accounting,
dst. Jadi kita akan terlibat dari proses negosiasi sampai finalisasi
project. Build a good portfolio, karena itu modal yang paling penting
untuk setiap desainer. Juga harus memiliki attitude dan disiplin yang
baik.
kontak Olive
di
of.olive@gmail.com
Subscribe to:
Posts (Atom)









