Lala Bohang ( @lalabohang ) adalah lulusan jurusanArsitektur Universitas Parahyangan Bandung, walau pada awalnya pengen banget masuk seni rupa dan sempat menyesali masa 4 tahun mempelajari arsitektur. tapi pada akhirnya semakin ke sini, pola pikir konseptual dan kerapihan yang diajarkan dari bidang arsitektur ternyata sangat membantu profesi yang sedang di jalankan saat ini. Mari kita baca lebih lanjut mengenai dirinya dan karya-karyanya
Sehari-harinya mengerjakan apa La?
Sehari-hari 9-6 bekerja sebagai stylist di sebuah majalah interior, yang merupakan salah satu bidang yang saya sukai, dan tidak pernah bisa membayangkan harus menjalani rutinitas di bidang yang tidak saya suka. Sejak balita sudah hobi menggambar, tapi sempat terhenti saat SMA dan kuliah karena saat itu lagi giat-giatnya mencoba bidang-bidang lain termasuk menulis, bermain teater, and you name it. Lalu gambar pun menjadi fokus kembali di tahun 2008 hingga saat ini.
• Saat ini kamu sudah membuat banyak illustrasi untuk berbagai produk dari berbagai merk yang bereputasi bagus, bagaimana awalnya kamu memulainya?
"Domino Effect" adalah jawaban paling pas untuk pertanyaan ini. Awalnya saya menggambar murni untuk kepuasan pribadi semata, pekerjaan dan proyek yang hingga saat ini telah saya kerjakan benar-benar di luar perkiraan. 2008 seorang sahabat menyarankan saya yang waktu itu sedang bosan dengan dunia dan pekerjaan "arsitektur" saya untuk kembali ke "akar", mengerjakan hal yang paling disukai, saat itu saya memilih menggambar dan kemudian membuat blog untuk posting gambar apapun yang saya mau setiap hari. Saya melakukan hal ini tanpa ekspektasi atau cita-cita ini dan itu, di tahun 2009 mulai ada beberapa klien yang datang, yang tentu saja semuanya saya kerjakan sepenuh hati.
Sehari-harinya mengerjakan apa La?
Sehari-hari 9-6 bekerja sebagai stylist di sebuah majalah interior, yang merupakan salah satu bidang yang saya sukai, dan tidak pernah bisa membayangkan harus menjalani rutinitas di bidang yang tidak saya suka. Sejak balita sudah hobi menggambar, tapi sempat terhenti saat SMA dan kuliah karena saat itu lagi giat-giatnya mencoba bidang-bidang lain termasuk menulis, bermain teater, and you name it. Lalu gambar pun menjadi fokus kembali di tahun 2008 hingga saat ini.
• Saat ini kamu sudah membuat banyak illustrasi untuk berbagai produk dari berbagai merk yang bereputasi bagus, bagaimana awalnya kamu memulainya?
"Domino Effect" adalah jawaban paling pas untuk pertanyaan ini. Awalnya saya menggambar murni untuk kepuasan pribadi semata, pekerjaan dan proyek yang hingga saat ini telah saya kerjakan benar-benar di luar perkiraan. 2008 seorang sahabat menyarankan saya yang waktu itu sedang bosan dengan dunia dan pekerjaan "arsitektur" saya untuk kembali ke "akar", mengerjakan hal yang paling disukai, saat itu saya memilih menggambar dan kemudian membuat blog untuk posting gambar apapun yang saya mau setiap hari. Saya melakukan hal ini tanpa ekspektasi atau cita-cita ini dan itu, di tahun 2009 mulai ada beberapa klien yang datang, yang tentu saja semuanya saya kerjakan sepenuh hati.
Beberapa proyek yang berkesan buat saya adalah saat membuat ilustrasi untuk 0% plastic bag untuk GAP dalam rangka earth day, di proyek itu saya disandingkan dengan dua ilustrator yang karyanya sudah sadis luar biasa, Emte dan Mayumi Haryoto.
Proyek ilustrasi untuk Be3 juga cukup berkesan, di situ saya membuat semua desain tool promosi mereka CD dll termasuk menjadi art director websitenya, saya senang karena di situ saya bisa berekspresi se"cewek" mungkin dan proses kreatifnya amat dibebaskan. Terakhir saat diminta jadi pembicara di Pecha Kucha "VIsualize Jakarta" Januari kemarin, saya sering datang ke acara itu karena menurut saya sangat menginspirasi, dan waktu mereka mengundang saya untuk sharing soal ilustrasi, saya cukup panik karena belum merasa cukup banyak pengalaman untuk dibagi dengan orang lain. But of course we should cherish and take every chance that world offer to us. Semua kesempatan itu saya dapatkan dari orang-orang atas rekomendasi orang-orang yang bahkan tidak saya kenal. Dari blog iseng menjadi kesempatan-kesempatan itu terasa sangat luar biasa. Jika banyak yang bilang comissioning project itu mengekang, justru menurut saya commissioning project adalah sebuah penghargaan untuk ilustrasi/ilustrator itu sendiri, karya kita dianggap memiliki nilai lebih yang dirasa pas untuk
menyampaikan sebuah pesan kepada publik. How awesome is that? TInggal kitanya saja yang harus membagi waktu dan imajinasi untuk commissioning dan personal project, because personal project will keep me alive.
• Ceritakan dong siapa itu Gendis dan kenapa dia sering muncul di karya kamu?
Gendis itu adalah gadis yang (terlalu) jujur berekspresi, dia tidak pernah takut mengungkapkan perasaan atau pemikirannya kepada dunia.
Proyek ilustrasi untuk Be3 juga cukup berkesan, di situ saya membuat semua desain tool promosi mereka CD dll termasuk menjadi art director websitenya, saya senang karena di situ saya bisa berekspresi se"cewek" mungkin dan proses kreatifnya amat dibebaskan. Terakhir saat diminta jadi pembicara di Pecha Kucha "VIsualize Jakarta" Januari kemarin, saya sering datang ke acara itu karena menurut saya sangat menginspirasi, dan waktu mereka mengundang saya untuk sharing soal ilustrasi, saya cukup panik karena belum merasa cukup banyak pengalaman untuk dibagi dengan orang lain. But of course we should cherish and take every chance that world offer to us. Semua kesempatan itu saya dapatkan dari orang-orang atas rekomendasi orang-orang yang bahkan tidak saya kenal. Dari blog iseng menjadi kesempatan-kesempatan itu terasa sangat luar biasa. Jika banyak yang bilang comissioning project itu mengekang, justru menurut saya commissioning project adalah sebuah penghargaan untuk ilustrasi/ilustrator itu sendiri, karya kita dianggap memiliki nilai lebih yang dirasa pas untuk
menyampaikan sebuah pesan kepada publik. How awesome is that? TInggal kitanya saja yang harus membagi waktu dan imajinasi untuk commissioning dan personal project, because personal project will keep me alive.
• Ceritakan dong siapa itu Gendis dan kenapa dia sering muncul di karya kamu?Gendis itu adalah gadis yang (terlalu) jujur berekspresi, dia tidak pernah takut mengungkapkan perasaan atau pemikirannya kepada dunia.
Kemunculan Gendis pun terjadi tanpa sengaja, saya adalah orang yang cukup introvert dan tidak terlalu suka membeberkan perasaan dan kegundahan saya ke luar sana dengan gamblang. Lalu entah kenapa setiap kali ada pemikiran yang mengganggu dan saya tuangkan menjadi gambar, Gendis pun selalu ada di situ, selalu dalam pose tersenyum dan membuat hari saya menjadi lebih baik. Lambat laun Gendis pun menjadi tool saya untuk menuangkan pemikiran-pemikiran yang "ganggu", makanya tema gambar yang ada Gendis berkisar di antara mimpi, hubungan antara manusia, nafsu, dan identitas. Ibaratnya hari seburuk apapun akan disembuhkan oleh Gendis :)
• Bagaimana biasanya proses kreatif berlansung?
Biasanya saya mendapatkan ide saat sedang nonton film, baca buku, browsing, dan yang paling sering - saat sedang ngobrol atau sharing dengan orang lain. Manusia dan kisah-kisahnya sungguh unik keterlaluan, setiap kali ngobrol dan mendengarkan kisah hidup orang lain saya hampir selalu mendapatkan ide untuk dituangkan ke atas kertas. Biasanya kalau dapat ide saat sedang bekerja atau di luar rumah, saya mencatat detail gambaran yang ada di kepala saya ke smart phone, jarang sekali saya membuat sketsa. Aneh memang, ilustrator yang mencatat imajinasi gambarnya ke dalam bentuk tulisan. Setelahnya saya pun membuat beberapa sketsa sampai sketsa tersebut saya rasa efektif dalam menyampaikan hal yang saya mau lalu saya finishing dengan tinta cina atau cat air.
•
Kamu juga sudah cukup sering pameran, ada ngga yang paling berkesan dan kenapa?
Pameran paling berkesan buat saya adalah Love Artually bersama teman-teman Dancing Animal. Dancing Animal adalah sebuah titik start buat saya. Saat itu tahun 2008 di mana dunia seni rupa Indonesia masih berkisar pada karya-karya yang ada di galeri, dimana sebuah pameran
haruslah dikurasi dengan baik, dan berlokasi di galeri-galeri serius. Sedangkan saat itu saya dan teman-teman lain (Dmaz Brodjonegoro, Eric Wirjanata, TB Putera, dan Octa Ramayana) baru memulai menggambar. Akhirnya kami memutuskan nekat saja bikin pameran bersama beberapa teman lain yang juga giat berkarya di Citywalk Sudirman, Jakarta.
• Bagaimana biasanya proses kreatif berlansung?
Biasanya saya mendapatkan ide saat sedang nonton film, baca buku, browsing, dan yang paling sering - saat sedang ngobrol atau sharing dengan orang lain. Manusia dan kisah-kisahnya sungguh unik keterlaluan, setiap kali ngobrol dan mendengarkan kisah hidup orang lain saya hampir selalu mendapatkan ide untuk dituangkan ke atas kertas. Biasanya kalau dapat ide saat sedang bekerja atau di luar rumah, saya mencatat detail gambaran yang ada di kepala saya ke smart phone, jarang sekali saya membuat sketsa. Aneh memang, ilustrator yang mencatat imajinasi gambarnya ke dalam bentuk tulisan. Setelahnya saya pun membuat beberapa sketsa sampai sketsa tersebut saya rasa efektif dalam menyampaikan hal yang saya mau lalu saya finishing dengan tinta cina atau cat air.
• Kamu juga sudah cukup sering pameran, ada ngga yang paling berkesan dan kenapa?
Pameran paling berkesan buat saya adalah Love Artually bersama teman-teman Dancing Animal. Dancing Animal adalah sebuah titik start buat saya. Saat itu tahun 2008 di mana dunia seni rupa Indonesia masih berkisar pada karya-karya yang ada di galeri, dimana sebuah pameran
haruslah dikurasi dengan baik, dan berlokasi di galeri-galeri serius. Sedangkan saat itu saya dan teman-teman lain (Dmaz Brodjonegoro, Eric Wirjanata, TB Putera, dan Octa Ramayana) baru memulai menggambar. Akhirnya kami memutuskan nekat saja bikin pameran bersama beberapa teman lain yang juga giat berkarya di Citywalk Sudirman, Jakarta.
Saat itu pameran kami digabung dengan bazaar orang-orang yang jualan baju, cincin, dan aksesoris rumah, agak sedih sih hahahaha.Tapi setidaknya kami berani (lebih ke nekat) mengeluarkan ke khalayak karya yang kami
buat, dan semua kritik pedas dan pujian atas kenekatan yang kami lakukan, kami anggap sebagai bentuk perhatian yang sangat berharga.
• Apa rencana berikutnya?
Rencana di tahun 2012 ini, saya sedang melakukan sebuah personal project bertajuk "12 for 2012, connecting the dots" dalam project itu setiap bulan (idealnya) saya melakukan kolaborasi dengan satu seniman dari bidang kreatif yang berbeda, ada penulis, crafter, designer, stylist dll. Sebuah proyek yang menurut beberapa orang terlalu merepotkan, dan belum tentu menghasilkan. Justru di situlah enaknya, melakukan satu hal tanpa terbebani dengan ekspektasi. The lack of "nothing to lose" won't do any good. Bulan Januari saya sudah menyelesaikan sebuah fiction tale bersama Sundea (www.salamatahari.com) berjudul "Iris" yang e-book dan mixtapenya bisa di download gratis buat siapapun. Di bulan Februari proyek ini macet total hahaha, karena saya harus menyelesaikan beberapa proyek komersil yang membutuhkan konsentrasi penuh, jadinya proyek illus-painting bersama Dika Toolkit (illustrator handal dari Bandung) pun harus di pending hingga Maret, untuk Maret sudah ada partner dan konsepnya tapi belum sempat saya publish.
Selain itu di akhir Maret atau awal April, bersama teman-teman penulis yang sangat berbakat akan menerbitkan sebuah buku kumpulan cerpen berjudul "Perkara Mengirim Senja" sebuah tribute untuk penulis Seno Gumira Ajidarma (SGA). Di buku ini selain menggambar semua ilustrasi cover dan dalamnya, saya juga diminta membuat satu cerpen, sungguh benar-benar menengangkan. Saya sudah mencintai karya SGA sejak SMA, saya belum pernah mengerjakan ilustrasi buku dengan super deg-deg an seperti mengerjakan buku ini. Lalu pameran yang paling dekat adalah di bulan April, saya dan beberapa teman fashion illustrator akan menggelar satu pameran yang mana belum bisa diceritakan detailnya sekarang, just wait and see it happen will you? And wish us lots of luck :)
• Ada tips untuk para pembaca yang juga bercita-cita jadi seniman ilustrasi?
1. Menggambar, menggambar, menggambar, menggambar, menggambar.
2. Berani malu, karena kalau banyak malu atau gengsi tidak akan membawa karya kemanapun.
3. Jangan kebanyakan referensi, jangan kebanyakan menyimpan karya-karya ilustrator yang sudah terkenal karena akan mempengaruhi inner voice.
4. Jujurlah saat berkarya, kalau kamu mengganggap kucing penting untuk digambar, ya gambar kucing. Kalau menurut kamu awal itu benda paling indah, gambarlah awan. Sesederhana itu.
5. Jangan terlalu berekspektasi dengan karya atau perjalanan karir kamu. Bersenang-senanglah!
blog: lalabohang.wordpress.com
twitter: @lalabohang
buat, dan semua kritik pedas dan pujian atas kenekatan yang kami lakukan, kami anggap sebagai bentuk perhatian yang sangat berharga.
• Apa rencana berikutnya?
Rencana di tahun 2012 ini, saya sedang melakukan sebuah personal project bertajuk "12 for 2012, connecting the dots" dalam project itu setiap bulan (idealnya) saya melakukan kolaborasi dengan satu seniman dari bidang kreatif yang berbeda, ada penulis, crafter, designer, stylist dll. Sebuah proyek yang menurut beberapa orang terlalu merepotkan, dan belum tentu menghasilkan. Justru di situlah enaknya, melakukan satu hal tanpa terbebani dengan ekspektasi. The lack of "nothing to lose" won't do any good. Bulan Januari saya sudah menyelesaikan sebuah fiction tale bersama Sundea (www.salamatahari.com) berjudul "Iris" yang e-book dan mixtapenya bisa di download gratis buat siapapun. Di bulan Februari proyek ini macet total hahaha, karena saya harus menyelesaikan beberapa proyek komersil yang membutuhkan konsentrasi penuh, jadinya proyek illus-painting bersama Dika Toolkit (illustrator handal dari Bandung) pun harus di pending hingga Maret, untuk Maret sudah ada partner dan konsepnya tapi belum sempat saya publish.
Selain itu di akhir Maret atau awal April, bersama teman-teman penulis yang sangat berbakat akan menerbitkan sebuah buku kumpulan cerpen berjudul "Perkara Mengirim Senja" sebuah tribute untuk penulis Seno Gumira Ajidarma (SGA). Di buku ini selain menggambar semua ilustrasi cover dan dalamnya, saya juga diminta membuat satu cerpen, sungguh benar-benar menengangkan. Saya sudah mencintai karya SGA sejak SMA, saya belum pernah mengerjakan ilustrasi buku dengan super deg-deg an seperti mengerjakan buku ini. Lalu pameran yang paling dekat adalah di bulan April, saya dan beberapa teman fashion illustrator akan menggelar satu pameran yang mana belum bisa diceritakan detailnya sekarang, just wait and see it happen will you? And wish us lots of luck :)
• Ada tips untuk para pembaca yang juga bercita-cita jadi seniman ilustrasi?
1. Menggambar, menggambar, menggambar, menggambar, menggambar.
2. Berani malu, karena kalau banyak malu atau gengsi tidak akan membawa karya kemanapun.
3. Jangan kebanyakan referensi, jangan kebanyakan menyimpan karya-karya ilustrator yang sudah terkenal karena akan mempengaruhi inner voice.
4. Jujurlah saat berkarya, kalau kamu mengganggap kucing penting untuk digambar, ya gambar kucing. Kalau menurut kamu awal itu benda paling indah, gambarlah awan. Sesederhana itu.
5. Jangan terlalu berekspektasi dengan karya atau perjalanan karir kamu. Bersenang-senanglah!
blog: lalabohang.wordpress.com
twitter: @lalabohang





0 comments:
Post a Comment